Hal Hal Yang Harus Diperhatikan Pada Saat UJIAN nasional UN

Saat UJIAN nasional UN

Bagi siswa SMA/ SMU, SMA ataupun SMP dan SD yang akan mengikuti ujian nasional (UN) beberapa hari lagi berikut ini hal hal yang layak anda perhatikan demi kelancaran dan keberhasilan anda mengikuti ujian nasional.

1. Pastikan bahwa membawa kartu peserta ujian.
2. Pastikan 30 sebelum ujian anda telah ada di lokasi ujian.
3. Pastikan bahwa Anda membawa perlengkapan ujian, seperti pena, pensil 2B, mistar, penghapus, atau papan alas. jangan lupa juga siapkan tissue atau sapu tangan jika tangan mudah berkeringat, agar LJK tidak basah
4. Pastikan bahwa Anda tidak melanggar tata tertib ujian. Anda bisa dikeluarkan dari ruang ujian jika melanggar.
5. Pastikan bahwa semua identitas Anda ditulis dengan benar dan lengkap di lembar jawaban. Kerjakan soal dengan tenang.
6. Pusatkan pikiran Anda untuk selalu berkonsentrasi menjawab soal-soal.
Awali semua pekerjaan dengan berdoa kepada Allah SWT.
7. Dahulukan menyelesaikan soal yang dianggap mudah, kemudian baru Anda berusaha untuk menyelesaikan soal yang sulit atau yang tadi merasa ragu-ragu untuk menjawabnya.
8. 15 menit sebelum waktu ujian berakhir sebaiknya Anda sudah selesai menyelesaikan ujian, agar anda memiliki waktu untuk mengoreksi ulang mengenai identitas (nama dan nomor ujian), soal dan jawaban anda.
9. minta doa orang tua juga.

BERUSAHA MENJADI PEMENANG

Menjadi Pemenang


Pemenang melakukan apa yang harus dilakukan, Pecundang melakukan apa yang suka dilakukan. ...Pemenang jadi bagian dari jawaban; Pecundang jadi bagian dari masalah. Pemenang membuat masalah besar menjadi kecil,dan menyelesaikannya

Pecundang membuat masalah kecil menjadi besar Pemenang mengecil-ngecilkan masalah besar Pecundang membesar-besarkan masalah kecil Pemenang melihat jawaban dalam setiap masalah; Pecundang melihat masalah dalam setiap jawaban. Pemenang melihat peluang dalam setiap permasalahan Pecundang melihat permasalahan dalam setiap peluang Pemenang melihat hal yang mungkin dalam setiap kemustahilan Pecundang melihat hal yang mustahil dalam setiap kemungkinan Pemenang berkata, "Itu memang sulit, tapi mungkin bisa" Pecundang berkata, "Itu mungkin bisa, tapi memang sulit" Pemenang berkata, "Gampang-gampang susah!" Pecundang berkata, "Susah-susah gampang!" (susahnya dua kali)

Pemenang berpikir, kalau bisa dipermudah kena harus dipersulit? Pecundang bilang, kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah? Pemenang berpikir, bagaimana bisa memberikan pelayanan sebaik mungkin untuk orang/ lembaga Pecundang berpikir, bagaimana orang/lembaga bisa melayani saya Pemenang berkata, "Biarkan saya yang mengerjakannya" Pecundang berkata, "Itu bukan pekerjaan saya" Pemenang membuat komitmen-komitmen, Pecundang membuat janji-janji. Pemenang berani ambil resiko sekalipun dengan tanggung sendiri akibatnya Pecundang berani ambil resiko sepanjang ditanggung orang lain akibatnya Pemenang membuat rencana untuk menghindari bencana. Pecundang membuat bencana karena menghindari rencana.

Pemenang selalu mengutamakan rencana untuk berhasil Pecundang selalu menyiapkan rencana bagaimana kalau gagal. Pemenang membuat sesuatu terjadi, Pecundang membiarkan sesuatu terjadi. Pemenang selalu mengakui kesalahan. Pecundang selalu mencari siapa yang disalahkan. Pemenang selalu memperbaiki diri Pecundang selalu merasa dirinya baik Pemenang belajar dari kegagalan Pecundang gagal dari pembelajaran Pemenang belajar dari masa lalu Pecundang trauma atas masa lalu Pemenang berkata, "Saya harus melakukan sesuatu" Pecundang berkata, "Seseorang harus melakukan sesuatu". Pemenang percaya pada menang-menang (win-win solution);

Pecundang percaya, jika ingin menang, orang lain harus kalah. Pemenang seperti thermostat (mengatur suhu), Pecundang seperti thermometer (sekedar mencatat suhu). Pemenang menggunakan argumentasi kuat dengan kata2 yang lunak; Pecundang menggunakan argumentasi lemah dengan kata2 yang keras. Pemenang berpegang teguh pada visi tapi bersedia berkompromi pada hal-hal remeh; Pecundang bersikeras pada hal-hal remeh tapi bersedia mengkompromikan visi. Pemenang berempati, "Jangan berbuat pada orang lain apa yang Anda tidak ingin orang lain perbuat pada Anda"; Pecundang berfilosofi, "Lakukan pada orang lain sebelum mereka melakukannya pada Anda". Pemenang merasa sukses adalah perjalanan, Pecundang merasa sukses adalah tujuan.