Kompetensi Pedagogik


UU Nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen pasal 8 mengamanatkan Guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, dan sertifikat pendidik serta sehat jasmani dan rohani untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

Kompetensi guru sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi.

Kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik.

Menurut penjelasan pasal 28 ayat 3 butir a, Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan,  Kompetensi pedagogik  Meliputi :
  1. Pemahaman terhadap peserta didik,
  2. Perancangan dan pelaksanaan pembelajaran,
  3. Evaluasi hasil belajar,
  4. Pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.

Sedangkan Komponen Kompetensi Pedagogik dalam Penilaian Kinerja Guru (PK Guru) meliputi :
1.        Menguasai karakteristik peserta didik
2.        Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik
3.        Pengembangan kurikulum
4.        Kegiatan pembelajaran yang mendidik
5.        Pengembangan potensi peserta didik
6.        Komunikasi dengan peserta didik
7.        Penilaian dan evaluasi

Menulis Opini di Koran


Akhirnya salah satu tulisan yang saya kirimkan ke redaksi harian tribunsumsel di terbitkan. Tulisan sebagai opini pemikiran yang saya kirimkan berjudul mengurai permasalahan guru di cetak pada harian Tribun Sumsel hari senin 21 oktober 2013 dengan judul Guru dan Permasalahannya. Walaupun tentu saja penulisannya di edit terkait tata bahasa, namun tidak mengubah esensi pemikiran yang saya buat. 

Semoga dengan dimuatnya tulisan tersebut akan memacu saya untuk semakin kreatif dalam menulis.

Mengenal Tangram


Tangram?  Nama apaan sih?. Mungkin itu yang tercetus di dalam hati sebagian orang. Nama di atas memang kurang familiar. Jangankan di masyarakat umum, di lingkungan pendidikan pun masih banyak yang belum kenal. Kalau alat peraga pythagoras saya yakin sudah banyak yang tahu. Ya, Tangram merupakan  jenis benda atau alat peraga  yang bisa di gunakan dalam pembelajaran matematika.

Mengenal Tangram

Tangram berasal dari cina. Tangram cina ini adalah teka-teki atau puzzle yang ditemukan pada dynasty Song. Dalam bahasa aslinya tangram di sebut qi qio ban yang artinya kira-kira adalah tujuh keping ajaib. Keping-keping tersebut berupa bangun datar yang disebut tan dan apabila disatukan akan membentuk persegi. Teka-teki ini bertujuan untuk membuat bentuk tertentu menggunakan semua bangun yang tersedia dan tidak boleh tumpang tindih. Teka-teki ini disebut-sebut sebagai pemula test psikologi yang digunakan untuk mengetes kemampuan kreativitas seseorang. 

Tangram menyebar ke Eropa pada kira-kira abad 19 lewat perdagangan. Di awali di Inggris, di mana ia menjadi sangat popular, kemudian menyebar dengan cepat ke negara-negara Eropa lainnya

Berikut beberaapa variasi yang dapat dibentuk oleh tangram



Tangram dapat digunakan sebagai media Alat Peraga Matematika pada materi
Kelas 7
Memahami sifat-sifat bangun datar dan menggunakannya untuk menentukan keliling dan luas
Menyelesaikan permasalahan nyata yang terkait penerapan sifat-sifat persegi panjang, persegi, trapesium, jajargenjang, belah ketupat, dan layang-layang
Kelas 8
Memahami unsur, keliling, dan luas dari lingkaran
Memahami hubungan sudut pusat, panjang busur, dan luas juring
Memahami Teorema Pythagoras melalui alat peraga dan penyelidikan berbagai pola bilangan
Menggunakan Teorema Pythagoras untuk menyelesaikan berbagai masalah
Menyelesaikan permasalahan nyata yang terkait penerapan hubungan sudut pusat, panjang busur, dan luas juring
Kelas 9
Memahami konsep kesebangunan dan kekongruenan geometri melalui pengamatan
Menyelesaikan permasalahan nyata hasil pengamatan yang terkait penerapan kesebangunan dan kekongruenan

(di kutip dari blog saya yang lain yaitu Mengenal Tangram dan Batang Napier)