Hasil PPWS Angkatan 2

Pada tanggal 21-27 januari 2014, saya mengikuti Pelatihan Pembuatan Web Sekolah (PPWS) Online yang dilakukan oleh divisilitbang kemdikbud. Dan hasilnya adalah aktifnya akun sekolah yang beralamat di smpn8Lahat.sch.id

Dan berikut ini penampakan dari web sekolah yang telah aktif.

Bagi rekan-rekan yang ingin membuat web sekolah, masih ada kesempatan. Segera daftarkan diri di PPWS angkatan 3 di divisi data balitbang kemdikbud

Rekrutmen Instruktur Kurikulum 2013

BPSDMP dan PMP kembali membuka usul bagi bapak ibu guru yang ingin menjadi instruktur ataupun narasumber.

Rekrutmen terbuka ini sampai 26 januari 2013. Bagi rekan-rekan yang berminat  berminat untuk menjadi narasumber tersebut dapat mengirimkan Proposal Permohonan sebagai Narasumber untuk Pelatihan Kurikulum 2013 kepada BPSDMP dan PMP melalui poske Pusat Pengembangan Profesi Pendidik, dengan alamat Komplek Kemdikbud Gedung D Lantai 14, Jl. Pintu I Senayan, Jakarta Pusat, atau dapat dikirim melalui email: kur2013.prodik@gmail.com atau melalui aplikasi online dengan alamat laman: http://bpsdmpk.kemdikbud.go.id/regkur2013 paling lambat tanggal 26 Januari 2014.

Seleksi Instruktur Kurikulum 2013

Kurikulum 2013 telah berlaku sejak 15 Juli 2013. Namun belum diterapkan di seluruh sekolah. Karena tidak semua guru menguasai kurikulum 2013. Untuk itulah bagi rekan-rekan guru yang ingin menambah ilmu tentang kurikulum 2013 sekaligus menjadi instruktur kurikulum 2013 dapat mengikuti seleksinya di sini.

Silahkan ikuti dan isi keterangan yang diperlukan, lengkapi semua persyaratannya mudah-mudahan rekan-rekan akan lolos seleksi. Selamat mencoba.

Peserta Diklat Online Pembuatan Web Sekolah


Peserta Diklat Online PPWS
Diklat Online Pembuatan Web Sekolah

Beberapa waktu yang lalu saya memposting tentang dibukanya pendaftaran diklat pembuatan web sekolah online angkatan II. Bagi rekan-rekan yang telah mendaftarkan diri untuk mengikuti diklat pembuatan web sekolah PPWS Online angkatan II tersebut , pengumumannya dapat di lihat di sini

Selamat mengikuti diklat tanggal 21 s.d. 27 januari 2014 bagi peserta yang telah diterima, bagi yang belum mendaftar jangan khawatir masih ada diklat untuk angkatan III. Simak terus blog ini.

Sasaran Kerja Pegawai (SKP)

Terhitung 1 januari 2014 Peraturan Pemerintah nomor 46 tahun 2011 tentang penilaian prestasi kerja PNS berlaku. Hal ini sesuai pasal 33 PP tersebut yaitu pada tanggal diundangkan, yang mulai dilaksanakan pada tanggal 1 Januari 2014.

Penilaian prestasi kerja PNS adalah suatu proses penilaian secara sistematis yang dilakukan oleh pejabat penilai terhadap sasaran kerja pegawai dan perilaku kerja PNS. Sasaran Kerja Pegawai yang selanjutnya disingkat SKP adalah rencana kerja dan target yang akan dicapai oleh seorang PNS. Setiap PNS wajib menyusun SKP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf a berdasarkan rencana kerja tahunan instansi. 

Berikut ini contoh SKP untuk Guru sesuai Perka BKN Nomor 1 Tahun 2013.

Seorang PNS bernama Fatmawati, S.Pd, jabatan Guru dengan golongan ruang III/c. Dalam penyusunan SKP yang bersangkutan pada bulan Januari 2014 kegiatan tugas jabatan yang dilaksanakan dan angka kreditnya adalah sebagai berikut:
SKP Angka Kredit PNS Guru
SKP Guru
Semoga bermanfaat.

HUMOR Cak Nun


Alkisah, bersepakatlah pengusaha yang muda tiga sekawan untuk ber-weekend ke Singapura. Yang satu, Tigor, berasal dari Batak, lainnya, Sutrimo, asli Jawa, lainnya lagi, Abdul, dari Madura.

Sabtu sore ngumpul di Cengkareng, langsung bareng ke Singapura, dan paginya, atau setidaknya siang harinya, balik lagi ke Jakarta. Soal apa alasan kepergian mereka kepada istri masing-masing, Ente pasti cukup profesional untuk mengarang sendiri. Terserah saja apa, tergantung bagaimana Ente sendiri biasanya mengelabuhi istri Ente.

Memang ruginya orang punya istri adalah bahwa ia punya kemungkinan untuk menyeleweng. Kalau bujangan, pasti bersih dari penyelewengan. Kalau Ente seorang suami, begitu lirikan Ente ke seorang cewek mengandung sedikit saja virus napsu, berarti Ente menyeleweng dari istri dan salah-salah bisa dituduh berzina mata oleh sebuah sekte agama.

Tapi kalau Ente bujangan, biar melirik sampai melorok, biar melilit sampai melotot: kan tidak menyeleweng namanya. Jadi, lelaki yang kawin, ia bukan saja sedang menggantikan kemerdekaan dengan penjara, tapi juga memperangkap diri dalam kans penyelewengan. Kok mau-maunya!

Tetapi apakah tiga pengusaha muda kita ini sendang merancang penyelewengan di Singapura? Wallahu' alam. Tanyakan saja langsung kepada Tuhan yang tahu persis apa isi hati mereka, sebab kalau tiga suami muda itu yang Ente tanyai, pasti tidak ngaku.

Alhasil sampailah mereka di Singapura. Singkat kata, mereka langsung cari hotel bintang tujuh. Tapi rupanya semua orang se-Asean ini sedang mengincar Singapura untuk bermalam Minggu. Sehingga dimana-mana hotel penuh. Tiga pengusaha muda kita ini hanya mendapatkan satu kamar, itu pun tingkat 63. Sudah mepet sama lapisan ozon. Dan gampang diserempet oleh lalu-lalang makhluk angkasa luar.

"Tapi kenapa susah? Untung masih dapat kamar. Toh kita tidak kesini untuk tidur. Toh semalaman nanti kita akan cari hiburan di luar!" kata Sutrimo, mengeluarkan kebiasaan etnisnya untuk selalu merasa untung dalam situasi macam apapun.

"Ah, kau ini!" sahut Tigor. "Tingkat 63! Jauhnya itu! Lebih jauh dibanding Jakarta-Singapura, bah!"

"Lho, masih untung kita dapat kamar!"

"Masih untung! Masih untung! Kalau ban mobil kau meledak, kau bilang 'Masih untung bukan as-nya yang patah!'

"Kalau as mobil kau patah, kau bilang 'Masih untung bukan tulang punggung kita yang patah!"

"Lha maunya kamu dapat kamar di tingkat berapa?" Tiba-tiba Abdul nyeletuk.

"Ya 3 kek, 4 kek, atau 5 okelah!" jawab Tigor.

"Kalau begitu kita pindahkan saja kamar kita ke tingkat yang kamu senangi."

"Sialan kau!"

"Atau tingkat 63 ini kita sepakati saja sebagai tingkat 3."

Tapi memang tak ada pilihan lain. Dan karena itu kita singkat saja cerita ini: mereka OK di tingkat 63, menaruh koper kecil mereka masing-masing, pesan makanan kecil, dan telepon sana-sini untuk berorientasi menentukan ke klab malam mana yang paling manis untuk bermalam Minggu.

Kesepakatan dicapai. Usai makan mereka langsung turun ke lobi, ambil taksi, berangkat cari restoran yang harganya jangan sampai murah, sambil nunggu waktu sebelum ke klab malam.

Kemudian segala sesuatunya ditumpahkan. Keringat diperas. Gejolak-gejolak kelelakian dihempaskan. Minum-minum. Ajojing. Ganti Hostess beberapa kali. Pokoknya segala kemungkinan kehidupan malam di tempat itu mereka habiskan dan tuntaskan.

Sehingga ketika dinihari tiba, loyo beratlah mereka. Mereka balik ke hotel dengan badan Hollyfield di ronde 10 dan 11 pertarungannya dengan Bowe. Dan tatkala tiba di hotel, badan mereka menjadi lebih parah bagaikan tubuh Razor Ruddock dihancurkan oleh Lennox Lewwis.

"Lift-nya kebetulan macet," kata Sutrimo kalem.

"Mbahmu!" sahut Tigor menjawa-jawakan diri.

"Ya, jalan kaki. 'Kit-sedikit nanti 'lak sampai!" sambung Abdul.

Mereka terduduk di dekat lift. Runding. Mereka berpendapat bahwa harus diciptakan situasi bersama agar perjalanan menuju tingkat 63 tidak terlalu melelahkan. Akhirnya sepakat: setiap orang harus bercerita, mendongeng atau apa saja, sepanjang 21 tingkat. Jadi tiga orang pas 63 tingkat.

Naiklah mereka. Lemes bukan main. Kaki bagai tanpa tulang dan tidak berotot. Langkah amat berat. Tangan mereka terus berpegangan di tanganan tangga atau tembok.

Pertama giliran Sutrimo berkisah tentang pertandingan sepakbola antara kesebelasan Keraton Solo melawan Yogya. Setiap kali striker Solo berhasil membawa bola ke depan kiper Yogya, sang priyayi Ngayoja ini justru minggir, membungkuk-kan badan, sebelah tangannya memegang burung sementara tangan lainnya mempersilahkan: "Monggo Mas, dimasukkan saja bolanya, ndak usah pakewuh!"

Si striker Solo berhenti dan menjawab: "Ah, nanti saja, gampang. Kami tidak tergesa-gesa, kok."

Kejadian yang sama berlangsung ketika striker Yogya berhadapan dengan kiper Solo. Monggo-monggoan dan nanti saja nanti saja. Akhirnya pertandingan berakhir draw, sehingga diselenggarakan sarasehan di tengah lapangan, dihadiri oleh ofisial kedua kesebelasan, seluruh pengurus PSSI yang hadir, plus pak RW, Danramil, Penatar P4, dan Ketua Klompencapir. Keputusannya: Juara bersama! Sesuai dengan asas yang ada.

Sejumlah kisah yang lain dituturkan oleh Sutrimo. Kemudian memasuki tingkat 22, giliran Tigor bercerita. Misalnya tentang pidato tokoh masyarakat Batak dalam suatu upacara sangat resmi memperingati wafatnya Sisingamangaraja sang pahlawan nasional.

"Hari ini," katanya dengan penuh kekhusukan, "Kita memperingati hari wafatnya pahlawan kita Sisingamangaraja yang dibunuh oleh Belanda sialan itu...!"

"Wah, payah dia itu!" komentar Sutrimo, "Wong pidato resmi kok pakai ngumpat segala!"

Demikianlah perjalanan pendakian mereka ke tingkat 63 menjadi tak terlalu melelahkan. Letih sih, letih, tapi dengan melempar-lemparkan konsentrasi ke macam-macam hal yang lucu-lucu, kesadaran bahwa mereka sedang letih menjadi terkurangi.

Apalagi ketika di atas tingkat 43, Abdul mengisahkan tentang pengendara motor di Sampang yang marah-marah kepada polisi yang menilangnya di jalan karena melanggar dan ternyata tidak punya SIM.

Memang dia menyodorkan SIM. "Tapi ini bukan SIM saudara! Nama dan fotonya lain!" kata polisi.

Naik pitamlah pengendara motor itu, "Lho Bapak ini kok neh-aneh! Lha wong yang saya pinjami SIM saja 'dak marah kok malah Bapak yang marah!"

Asyiklah mereka mendengarkan kisah-kisah Abdul. Tapi Abdul ini sendiri malah keasyikan. Mereka sudah sampai di tingkat 63, sudah berdiri di depan pintu kamar, Abdul tidak juga berhenti bercerita. Terus saja nerocos.

"Sudah, bah! Bukalah pintu! Mau tidur aku!" protes Tigor tak sabar.

"Nanti dulu," jawab Abdul, "ceritaku belum selesai..."

"Ya, cepat selesaikan saja sekarang," kata Sutrimo.

"Begini..." kata Abdul pelan, "akhir cerita saya ini sungguh-sungguh Happy Ending..."

"Bagaimana itu!" desak Tigor.

"Kunci kamar kita tertinggal di mobil..." {}

sumber: http://www.maiyah.net/2012/03/buang-sial-ke-singapura.html

Syarat Kenaikan Pangkat Guru


Masih berkaitan syarat kenaikan pangkat guru yang pernah saya posting, berikut ini pasal 14, 15 dan 16 dari Permenegpan dan RB Nomor 16 tahun 2009.

Pasal 14
(1) Unsur kegiatan yang dinilai dalam memberikan angka kredit terdiri atas:
a. unsur utama; dan
b. unsur penunjang.
(2) Unsur utama, terdiri atas:
a. pendidikan.
b. pembelajaran/pembimbingan dan tugas tambahan dan/atau tugas lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah.
c. pengembangan keprofesian berkelanjutan.
(3) Unsur penunjang adalah kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas Guru sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 huruf d.
(4) Rincian kegiatan dan angka kredit masing-masing kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran I.

Pasal 15
(1) Penilaian kinerja Guru dari sub unsur pembelajaran atau pembimbingan dan tugas tambahan dan/atau tugas lain yang relevan didasarkan atas aspek kualitas, kuantitas, waktu, dan biaya.
(2) Penilaian kinerja Guru sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menggunakan nilai dan sebutan sebagai berikut:
a. nilai 91 sampai dengan 100 disebut amat baik;
b. nilai 76 sampai dengan 90 disebut baik;
c. nilai 61 sampai dengan 75 disebut cukup;
d. nilai 51 sampai dengan 60 disebut sedang; dan
e. nilai sampai dengan 50 disebut kurang.
(3) Nilai kinerja Guru sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dikonversikan ke dalam angka kredit yang harus dicapai, sebagai berikut:
a. sebutan amat baik diberikan angka kredit sebesar 125% dari jumlah angka kredit yang harus dicapai setiap tahun.
b. sebutan baik diberikan angka kredit sebesar 100% dari jumlah angka kredit yang harus dicapai setiap tahun.
c. sebutan cukup diberikan angka kredit sebesar 75% dari jumlah angka kredit yang harus dicapai setiap tahun.
d. sebutan sedang diberikan angka kredit sebesar 50% dari jumlah angka kredit yang harus dicapai setiap tahun.
e. sebutan kurang diberikan angka kredit sebesar 25% dari jumlah angka kredit yang harus dicapai setiap tahun.
(4) Jumlah angka kredit yang harus dicapai setiap tahun sebagaimana dimaksud pada ayat (3) adalah jumlah angka kredit kumulatif minimal sebagaimana tersebut pada lampiran II, III, IV, VI, VII, dan VIII dikurangi jumlah angka kredit
pengembangan keprofesian berkelanjutan dan unsur penunjang yang dipersyaratkan untuk setiap jenjang jabatan/pangkat dan dibagi 4 (empat).
(5) Penilaian kinerja Guru diatur lebih lanjut dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional.

Pasal 16
(1) Jumlah angka kredit kumulatif minimal yang harus dipenuhi oleh setiap Pegawai Negeri Sipil untuk pengangkatan dan kenaikan jabatan/pangkat Guru adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran II dengan ketentuan :
a. paling kurang 90% (sembilan puluh persen) angka kredit berasal dari unsur utama.
b. paling banyak 10% (sepuluh persen) angka kredit berasal dari unsur penunjang.
(2) Untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi dari Guru Pertama, pangkat Penata Muda, golongan ruang III/a sampai dengan Guru Utama, pangkat Pembina Utama, golongan ruang IV/e wajib melakukan kegiatan
pengembangan keprofesian berkelanjutan yang meliputi sub unsur pengembangan diri, publikasi ilmiah, dan/atau karya inovatif.

Persyaratan Naik Pangkat Guru PNS


Bagi rekan-rekan guru yang akan mengusulkan kenaikan pangkat, berikut ini syarat kenaikan pangkat sesuai peraturan menteri pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi (PERMENPAN RB) nomor 16 tahun 2009 tentang jabatan fungsional guru dan angka kreditnya.

Pasal 17

(1) Guru Pertama, pangkat Penata Muda, golongan ruang III/a yang akan naik pangkat menjadi Guru Pertama, pangkat Penata Muda Tingkat I, golongan ruang III/b angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat, paling sedikit 3 (tiga) angka kredit dari sub unsur pengembangan diri.

(2) Guru Pertama, pangkat Penata Muda Tingkat I, golongan ruang III/b yang akan naik jabatan/pangkat menjadi Guru Muda, pangkat Penata, golongan ruang III/c angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan jabatan/pangkat, paling sedikit 4 (empat) angka kredit dari sub unsur publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif, dan paling sedikit 3 (tiga) angka kredit dari sub unsur pengembangan diri.

(3) Guru Muda, pangkat Penata, golongan ruang III/c yang akan naik pangkat menjadi Guru Muda, pangkat Penata Tingkat I, golongan ruang III/d angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat, paling sedikit 6 (enam) angka kredit dari sub unsur publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif, dan paling sedikit 3 (tiga) angka kredit dari sub unsur pengembangan diri.

(4) Guru Muda, pangkat Penata Tingkat I, golongan ruang III/d yang akan naik jabatan/pangkat menjadi Guru Madya, pangkat Pembina, golongan ruang IV/a angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan jabatan/pangkat, paling sedikit 8 (delapan) angka kredit dari sub unsur publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif, dan paling sedikit 4 (empat) angka kredit dari sub unsur pengembangan diri.

(5) Guru Madya, pangkat Pembina, golongan ruang IV/a yang akan naik pangkat menjadi Guru Madya, pangkat Pembina Tingkat I, golongan ruang IV/b angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat, paling sedikit 12 (dua belas) angka kredit dari sub unsur publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif, dan paling sedikit 4 (empat) angka kredit dari sub unsur pengembangan diri.

(6) Guru Madya, pangkat Pembina Tingkat I, golongan ruang IV/b yang akan naik pangkat menjadi Guru Madya, pangkat Pembina Utama Muda, golongan ruang IV/c angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat, paling sedikit 12 (dua belas) angka kredit dari sub unsur publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif, dan paling sedikit 4 (empat) angka kredit dari sub unsur pengembangan diri.

(7) Guru Madya, pangkat Pembina Utama Madya, golongan ruang IV/c yang akan naik jabatan/pangkat menjadi Guru Utama, pangkat Pembina Utama Madya, golongan ruang IV/d, angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan jabatan/pangkat, paling sedikit 14 (empat belas) angka kredit dari sub unsur publiksi ilmiah dan/atau karya inovatif, dan paling sedikit 5 (lima) angka kredit dari sub unsur pengembangan diri.

(8) Guru Utama, pangkat Pembina Utama Madya, golongan ruang IV/d yang akan naik pangkat menjadi Guru Utama, pangkat Pembina Utama, golongan ruang IV/e angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan pangkat, paling sedikit 20 (dua puluh) angka kredit dari sub unsur publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif, dan paling sedikit 5 (lima) angka kredit dari sub unsur pengembangan diri.

(9) Guru Madya, pangkat Pembina Utama Muda, golongan ruang IV/c yang akan naik jabatan/pangkat menjadi Guru Utama, pangkat Pembina Utama Madya, golongan ruang IV/d wajib melaksanakan presentasi.

Pembuktian Theorema Pythagoras

Konon, theorema pythagoras memiliki 99 macam pembuktian. nah, berikut ini salah satu pembuktiannya.

 Buat sebuah segitiga siku-siku seperti berikut ini
Segitiga siku-siku yang di rotasi
segitiga siku-siku

 Kita peroleh empat segitiga dari satu segitiga. Tiga segitiga lain diperoleh dari segitiga pertama yang diputar 90 °, 180 °, dan 270 °. Dengan luas masing-masing segitiga adalah ab/2
Keempat segitiga dapat dibentuk menjadi seperti gambar berikut ini

Empat Segitiga

Persegi diatas memiliki lubang persegi kecil dengan sisi (a - b). Luas persegi kecil adalah (a - b) ² dan luas 4 segitiga adalah 2ab (diperoleh dari4 • ab / 2), kita mendapatkan
c²    = (a - b)² + 2ab
       = a² - 2ab + b² + 2ab
       = a² + b²

Aplikasi Geogebra

Gambar-gambar diatas dibuat menggunakan aplikasi Geogebra. (sumber: diklat online P4TKmatematika)

Apakah geogebra itu?
GeoGebra merupakan salah satu software bantu yang cukup lengkap dan digunakan secar luas. Nama GeoGebra merupakan kependekan dari geometry (geometri) dan algebra (aljabar). Meski dari sisi nama hanya merujuk geometri dan
aljabar aplikasi ini tidak hanya mendukung untuk kedua topik tersebut, tapi juga mendukung banyak topik matematika diluar keduanya. GeoGebra pertama kali dikembangkan oleh Markus Hohenwarter dari Austria dan dirilis sebagai perangkat lunak opensource sehingga dapat
dimanfaatkan secara gratis dan bebas untuk dikembangkan.

Dalam pembelajaran, GeoGebra dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, misalnya:
1. Membuat dokumen terkait pembelajaran matematika, misalnya untuk penyiapan bahan ajar, modul belajar, makalah, bahan presentasi dll. Sebagai contoh GeoGebra digunakan untuk melukis bangun geometri. Gambar yang dihasilkan ini dapat disalin ke aplikasi lain semisal ke aplikasi pengolah kata (misalnya MS Word), aplikasi presentasi (misalnya MS Powerpoint), atau aplikasi lain untuk diolah lebih lanjut.
2. Membuat media pembelajaran atau alat bantu pengajaran matematika. Media ini dapat digunakan untuk menjelaskan konsep matematika atau dapat juga digunakan untuk eksplorasi, baik untuk ditayangkan di depan kelas oleh guru atau siswa bereksplorasi menggunakan komputer sendiri.
3. Membuat lembar kerja digital dan interaktif.
4. Menyelesaikan atau memverifikasi permasalahan matematika. Dalam hal ini dapat dimanfaatkan untuk mengecek jawaban soal. Namun, perlu diperhatikan bahwa siswa jangan diarahkan untuk mencari jawaban dengan GeoGebra tapi lebih kepada mengecek jawaban, penekanannya adalah kepada proses yang benar.

Dalam praktek, GeoGebra dapat digunakan secara mandiri (artinya tanpa aplikasi lain) atau dapat juga dikombinasikan dengan aplikasi yang lain. Selain itu perlu diperhatikan bahwa dalam praktek pembelajaran di kelas hendaknya mempertimbangkan proses yang baik dan tepat. Dengan berdasar pendekatan saintifik, seperti yang ditekankan pada Kurikulum 2013, maka proses pembelajaran disajikan dalam beberapa langkah diantaranya:
1. Mengamati (observing)
2. Menanya (questioning)
3. Menalar (associating)
4. Mencoba (experimenting)
5. Membentuk jejaring (networking)
Penggunaan GeoGebra hendaknya dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses-proses tersebut apalagi fitur yang disediakan oleh GeoGebra sudah cukup lengkap tinggal bagaimana guru dapat membuat media serta meramunya dalam proses pembelajaran.

Instalasi Java
GeoGebra merupakan salah satu aplikasi yang berjalan pada Java Runtime sehingga sebelum melakukan instalasi GeoGebra komputer harus terlebih dahulu diinstal program Java Runtime Environtment (JRE). Jika komputer belum terpasang JRE ini maka aplikasi GeoGebra tidak dapat dijalankan. JRE dapat didownload dari situs http://java.com

menginstal aplikasi GeoGebra.
Installer aplikasi GeoGebra tersedia di situs http://www.geogebra.org/. Untuk mendownload file ini silahkan masuk ke situs tersebut kemudian pilih link Installer. Installer GeoGebra juga tersedia dalam beberapa platform berbeda. Pilih installer yang sesuai
dengan sistem operasi yang Anda gunakan. Setelah installer selesai didownload kemudian jalankan instalasi dan ikuti langkah instalasi sampai sampai selesai.

Diklat Membuat Web Sekolah

Membuat WEB Sekolah

Bagi rekan-rekan yang ingin membuat web sekolah, saat ini balitbang kemdikbud membuka pelatihan secara online untuk angkatan kedua. Pendaftaran paling lambat 17 Januari 2014.Informasi Pelatihan Pembuatan Web Sekolah dapat di lihat di situs http://divisidatalitbangdikbud.org/index.php/ppws-online/info-ppws-online
PETUNJUK PENDAFTARAN CALON PESERTA

    Peserta adalah perwakilan dari sekolah yang belum memiliki website sekolah atau ingin bermigrasi dari website sekolah yang lama menggunakan CMS Balitbang
    Calon Peserta mengisi formulir pendaftaran
    Calon peserta mengirim dokumen KTP, Surat Kuasa dan Izin Pembuatan Domain.
    Calon peserta akan mendapatkan login user dan password melalui email untuk mengikuti Pelatihan PPWS Online
    Bagi calon peserta yang lolos seleksi dapat melihat petunjuk singkat pelatihan PPWS Online disini.
    Pengumuman lolos seleksi akan dikirim melalui email dan akan ditayangkan disini.

PNSMail

PNSMail
Layanan Email Untuk PNS

dengan semakin majunya perkembangan teknologi dan penggunaan teknologi informsasi di dalam pemerintahan, maka saat ini bagi seluruh PNS di Indonesia pemerintah telah menyediakan situs www.pnsmail.go.id untuk membuat email. Akun nanti akan berupa username@pnsmail.go.id
Layanan email ini akan berguna untuk urusan kedinasan bagi seluru pns.

PNSMail merupakan fasilitas email yang diperuntukkan bagi Pegawai Negeri Sipil di seluruh Indonesia.
PNSMail memiliki fitur-fitur yang sangat menarik, di antaranya :

Kapasitas penyimpanan 1 GB
Portal Email untuk email eksternal
Proteksi spam, virus, dan lain-lain
Akses PNSMail dari PDA, tablet, dan ponsel

untuk dapat menggunakan layanan ini setiap PNS dapat mendaftar di www.pnsmail.go.id/register. Karena akun ini merupakan akun resmi urusan dinas bagi PNS maka setiap PNS yang menedaftar harus menggunakan username nama lengkap. Penggunaan username yang
tidak mencerminkan nama lengkap Anda tidak akan disetujui. Selain itu data yang diisikan pun arus data sebenarnya seperti NIP, Instansi dan alamat.

jika anda berasil mendaftar maka rekan-rekan akan mendapat akun dengan format namadepan.namabelakang@pnsmail.go.id

Matematika Rekreasi

Matematika Rekreasi        : Aplikasi ( x +y ) (x – y )
Topik Matematika Yang di Dukung    : Garis Singgung Lingkaran, Teorema Pythagoras
selisih dua kuadrat
contoh penggunaan selisih dua kuadrat

Materi : Faktorisasi Suku Aljabar Bentuk selisih dua kuadrat x2  - y2.
Bentuk aljabar yang terdiri atas dua suku dan merupakan selisih dua kuadrat dapat dijabarkan sebagai berikut.
x2  - y2 = x2  + (xy – xy) - y2
= ( x2  + xy ) – ( xy +  y2)
= ( x2  + xy ) – ( xy +  y2)
= x (x + y) – y (x +y )
= (x - y ) (x +y )

Materi di atas dapat di gunakan sebagai Matematika Rekreasi pada Topik matematika garis Singgung Lingkaran Atau Teorema Pythagoras saat latihan soal yang banyak menggunakan pengurangan dua kuadrat.

 Sebagai contoh,
 
Bandingkan dengan cara berikut mengaplikasikan Faktorisasi Suku Aljabar Bentuk selisih dua kuadrat sehingga diperoleh
x2  - y2    = (x - y ) (x +y )
252 – 152 = (25 + 15) (25 – 15 )
                =  10 x 40
                = 400       

Dalam perhitungan tanpa alat, jelas cara terakhir lebih mudah dan cepat dibandingkan
dengan cara pertama.

Contoh lain:
372  - 362 = (37  + 36  ) (37  - 36 )= 1 x 73 = 73.
Cara diatas akan lebih sederhana dibandingkan dengan menguadratkan 37 dan 36 terlebih dahulu.

Elemen Perubahan Pada Kurikulum 2013

kurikulum 2013
Elemen Perubahan Pada Kurikulum 2013 (SMP)

Struktur Kurikulum (Mata pelajaran dan alokasi waktu)(ISI)
TIK menjadi media semua matapelajaran
Pengembangan diri terintegrasi pada setiap matapelajaran dan ekstrakurikuler
Jumlah matapelajaran dari 12 menjadi 10
Jumlah jam bertambah 6 JP/minggu akibat perubahan pendekatan pembelajaran

Proses pembelajar-an
Standar Proses yang semula terfokus pada Eksplorasi, Elaborasi, dan Konfirmasi  dilengkapi dengan Mengamati, Menanya, Mengolah, Menyajikan, Menyimpulkan, dan Mencipta.
Belajar tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi juga di  lingkungan sekolah dan masyarakat 
Guru bukan satu-satunya sumber belajar.
Sikap tidak diajarkan secara verbal, tetapi melalui contoh dan teladan


Penilaian hasil belajar
Penilaian berbasis kompetensi
Pergeseran dari penilain melalui tes [mengukur kompetensi pengetahuan berdasarkan hasil saja], menuju penilaian otentik [mengukur semua kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan berdasarkan proses dan hasil]
Memperkuat PAP (Penilaian Acuan Patokan) yaitu pencapaian hasil belajar didasarkan pada posisi skor yang diperolehnya terhadap skor ideal (maksimal)
Penilaian tidak hanya pada level KD, tetapi juga kompetensi inti dan SKL
Mendorong pemanfaatan portofolio yang dibuat siswa sebagai instrumen utama penilaian

Ekstrakurikuler
Pramuka (wajib)
OSIS
UKS
PMR
Dll

Tematik Integratif untuk Kelas I – VI
TIK merupakan sarana pembelajaran, dipergunakan sebagai media pembelajaran mata pelajaran lain
Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi dan carrier of knowledge
Tidak ada penjurusan di SMA. Ada mata pelajaran wajib, peminatan, antar minat, dan pendalaman minat
SMA dan SMK memiliki mata pelajaran wajib yang sama terkait dasar-dasar pengetahuan, keterampilan, dan sikap.
Penjurusan di SMK tidak terlalu detil [sampai bidang studi], didalamnya terdapat pengelompokkan peminatan dan pendalaman
Pendekatan pembelajaran berdasarkan pengamatan, pertanyaan, pengumpulan data, penalaran, dan penyajian hasilnya melalui pemanfaatan berbagai sumber-sumber belajar [siswa mencari tahu]
Penilaian otentik pada aspek kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan berdasarkan portofolio.

Rumus diturunkan oleh siswa dan permasalahan yang diajukan harus dapat dikerjakan siswa hanya dengan rumus-rumus dan pengertian dasar (tidak hanya bisa mnggunakan tetapi juga memahami asal-usulnya)
Perimbangan antara matematika dengan angka dan tanpa angka [gambar, grafik, pola, dsb]
Siswa dibiasakan membaca dan memahami makna teks serta meringkas dan menyajikan ulang dengan bahasa sendiri
Siswa dibiasakan menyusun teks yang sistematis, logis, dan efektif melalui latihan-latihan penyusunan teks

Kemampuan kreativitas diperoleh melalui:
Observing [mengamati]
Questioning [menanya]
Associating [menalar]
Experimenting [mencoba]
Networking [Membentuk jejaring]

PROSES PENILAIAN
penilaian berbasis portofolio
pertanyaan yang tidak memiliki jawaban tunggal,
memberi nilai bagi jawaban nyeleneh,
menilai proses pengerjaannya bukan hanya hasilnya,
penilaian spontanitas/ekspresif,
dll