Indikator Kemaampuan Kognitif Matematika

Menurut National Council of Teachers of Mathematics (NCTM), ada lima standar kemampuan matematis yang harus dimiliki oleh siswa yaitu kemampuan pemecahan masalah (problem solving), kemampuan komunikasi (communication), kemampuan koneksi (connection), kemampuan penalaran (reasoning), dan kemampuan representasi (representation).
Indikator Untuk Mengukur Kemampuan Koneksi Matematik
Koneksi Matematik berdasarkan NCTM(2000) terbagi ke dalam aspek-aspek kelompok koneksi, yaitu:
1.    Aspek koneksi  antar konsep dan topic matematika
2.    Aspek koneksi dengan disiplin ilmu lain
3.    Aspek koneksi dengan kehidupan sehari-hari atau dunia nyata

Aspek koneksi  antar topic matematika
Indikator
 Diberikan sebuah persegi yang dibagi menjadi 6 buah persegi panjang, siswa dapat:
a.    Menentukan panjang sisi persegi dalam bentuk persamaan matematika
b.    Menentukan luas persegi

Aspek koneksi dengan disiplin ilmu lain
Indikator
Diberikan suatu permasalahan dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan antara penerapan konsep keliliing persegi dengan panjang dan waktu, siswa dapat:
a.    Menentukan keliling persegi panjang
b.    Menentukan kecepatan

Aspek koneksi dengan kehidupan sehari-hari atau dunia nyata

Indikator
Diberikan suatu permasalahan dalam kehidupan sehari-hari yang berkenaan dengan penerapan konsep luas segi empat yaitu tentang perbandingan, siswa dapat
a.    Menentukan ukuran sisi-sisi pada gambar
b.    Menentukan ukuran sisi-sisi pada gambar
c.    Menentukan luas sebenarnya

Indikator Mengukur Kemampuan Komunikasi Matematika

Soal kemampuan komunikasi yang akan dibuat merujuk pada indikator kemampuan komunikasi matematis dari NCTM 2011 :
1.    Kemampuan mengekspresikan ide-ide matematis melalui lisan, tulisan, dan mendemonstrasikannya serta mengambarkannya secara visual.
2.    Kemampuan memahami, menginterpretasikan, dan mengevaluasi ide-ide matematis baik secara lisan, tulisan, maupun dalam bentuk visual lainnya.
3.    Kemampuan dalam mengunakan istilah-istilah, notasi-notasi matematika dan stuktur-strukturnya untuk menyajikan ide-ide, mengambarkan hubungan-hubungan dengan model-model situasi.

Guru Mulia Karena Karya

Berikut uraian yang sempat penulis catat dari pidato Menteri pendidikan dan kebudayaan Anies Baswedan dalam simposium guru 2015.

Sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan


1. Yang bisa membuat begitu banyak kemajuan di indonesia adalah guru. Kita ingin menunjukkan bahwa di sekolah kita ada cendekiawan pendidik yg karyanya boleh dibanggakan di seluruh indonesia.

2. Sebagai pendidik tugas kita yang pertama dan utama adalah belajar. Tunjukkan Bahwa guru pun belajar. Dan sambil guru belajar menghasilkan karya, lalu muncullah inovasi yg mencerahkan anak didik.

3. Hari guru bukan semata berupacara hari guru. Tetapi untuk mengingatkan bahwa guru harus mampu berkarya. Kita tunjukkan Di indonesia masih banyak guru yang berkarya. 

4. Ada ratusan guru yg presentasi. Ada puluhan guru yg terobosannya akan bisa di bawa ke seluruh negeri. 

5. Simposiun adalah kesempatan kita sesama pendidik untuk saling belajar untuk berbagi dan belajar, menyerap, bertukar pikiran, mununjukkan praktek yg selama ini dilakukan di sekolah.

6. Simposium bukan yang terakhir. Ini yg pertama Simposium akan dilakukan di banyak tempat. Secara nasional akan rutin dilakukan. Apapun yg pertama, ada kekurangan di sana sini. Ini adalah rangka belajar kita. 

7. Guru kita bisa berada di mana saja, tapi inspirasi yg dihasilkan lewat karyanya akan menyebar keseluruh negeri. 

8. Guru yang baik guru yg menginspsirasi. Pernah kita alami, mengapa guru di ingat oleh gurunya. Biasanya guru yg diingat gurunya adalah guru yg menyenangkan dan menginspirasi. 

9. Simposium adalah bagian yang membuat kita menginspirasi dan menggerakkan. Guru yang pembelajar akan terus memperbaiki diri kita.

10. Guru menghadapi situasi situasi yg unik. Di tahun 2015 adalah awal abad 21. Tapi kita guru, adalah orang orang abad 20, sekolah kita adalah sekolah model abad 19. Yang harus kita pastikan kita adalah kita menyiapkan anak-anak kita bukan untuk masa lalu tapi untuk masa depan mereka sendiri.

11. Simposium adalah hulu untuk menghasilkan karya berdasarkan pengalaman guru. Hilir dari simposium guru ada di ribuan ruang kelas seluruh indonesia. Praktik terbaik yang kita peroleh disini mari kita bawa dan sebarkan. Sesuaikan dengan daerah masing-masing.

12. Mari sebarkan dalam KKG, MGMP, Asosiasi mata pelajaran. Maka yang diuntungkan adalah anak-anak kita dan bangsa Indonesia.

13. Saya membayangkan bapak guru adalah penyala,  ada rumah-rumah cerdas, desa-desa cerdas, kampung cerdas, karena disana ada guru yang menginspirasi.

14.

simposium guru tahun 2015
simposium guru tahun 2015

Cara Membuat Penelitian Tindakan Kelas

PENGERTIAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)

HOPKIN (1993)
PTK adalah Tindakan yang diambil guru untuk meningkatkan dirinya atau teman sejawatnya untuk menguji asumsi-asumsi teori pendidikan di dalam praktek, atau mempunyai makna sebagai evaluasi dan implementasi keseluruhan prioritas sekolah.

LEWIN (1997)
PTK dibagi menjadi tiga tahap proses spiral tentang :
1.    Perencanaan yang meliputi penelitian pendahuluan (reconnaissance)
2.    Pengambilan tindakan
3.    Pengambilan data tentang hasil tindakan yang dilakukan

CALHOUN (1994)
Penelitian tindakan kelas adalah cara yang menarik untuk mengajak, mempelajari hal-hal yang terjadi di dalam sekolah dan menentukan cara membuat suasana menjadi lebih baik.

LANGKAH-LANGKAH PTK
1.    Identifikasi masalah
2.    Perumusan masalah
3.    Perumusan tujuan
4.    Penelaahan kepustakaan
5.    Perumusan hipotesis
6.    Penetapan langkah-langkah pengambilan data
7.    Penetapan langkah-langkah pengolahan data
8.    Pengumpulan data
9.    Penulisan laporan penelitian

DISAIN PTK
Desain PTK
Desain PTK


KEUNGGULAN PTK
1.    Praktis dan langsung relevan untuk situasi yang aktual
2.    Kerangka kerjanya teratur
3.    Berdasarkan pada observasi yang nyata dan objektif
4.    Fleksibel dan aditif
5.    Dapat digunakan untuk inovasi pembelajaran
6.    Dapat digunakan untuk mengembangkan kurikulum tingkat kelas
7.    Dapat digunakan untuk meningkatkan kepekaan atau profesionalisme guru

KELEMAHAN PTK
1.    Kurang tertib ilmiah, karena validitas internal dan eksternalnya lemah
2.    Tujuan penelitiannya bersifat situasional
3.    Sampelnya terbatas sehingga kurang representatif dan kontrolnya terhadap variabel bebas sangat sedikit

KARAKTERISTIK PTK
1.    Adanya masalah dalam ptk dipicu oleh munculnya kesadaran pada diri guru
2.    Self reflective inguiry atau penelitian melalui refleksi diri
3.    Dilakukan di dalam kelas sehingga fokus penelitian ini adalah kegiatan pembelajaran berupa perilaku guru dan siswa dalam melakukan interaksi
4.    Ptk bertujuan untuk memperbaiki pe,belajaran

MANFAAT PTK BAGI GURU
1.    Untuk memperbaiki pembelajaran
2.    Guru lebih percaya diri
3.    Berkembang secara profesional
4.    Berperan aktif menyumbangkan pengetahuan dan keterampilan sendiri

HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN :
1.    Jangan memilih masalah ang tidak dikuasai
2.    Ambillah topik yang skalanya kecil dan relatif terbatas
3.    Pilih masalah yang dirasakan paling penting bagi anda dan siswa
4.    Usahakan dapat dikerjakan secara kolaboratif
5.    Kaitkan masalah ptk dengan prioritas rencana pengembangan sekolah

FORMAT PROPOSAL
Halaman judul
Halaman pengesahan
Rancangan pelaksanaan ptk
1.judul
2.latar belakang masalah
3.permasalahan
4.cara pemecahan masalah
5.tujuan dan manfaat ptk
6.kerangka teoritis dan hipotesis
7.rencana penelitian
    a.penataan penelitian
    b.faktor yang diselidiki
    c.rencana kegiatan
    d.data dan cara pengumpulan data
    e.tim peneliti
8.jadwal penelitian
9.rencana anggaran